Aku padanya dalam sentuhan kecil mendalam...
Pabila genggaman erat meradang...
Terasa menjaring kehampaan...
Yang tersisa berseru dalam pengakuan...
Tertumpah air mata darah dalam desah kepiluan...
Selagi hati tertambat pada ketiadaan...
Kini aku berucap syukur atas nama jiwa yang tersisih...
Karena di sudut kenangan telah membekas separuh hatiku...
Tempat khayalan ini mengucap beribu sesal...
Memudar seiring tuntutan keadaan...
Selaras kidung munajat antara marah dan keikhlasan...
Satu nama menempati tahta jiwaku...
Yang tuangkan secawan arak memabukkanku...
Yang bermahkotakan taburan permata...
Yang hidup dalam kematianku hari ini...
Friday, October 18, 2013
Satu sahabat hilang...
Satu sahabat hilang...
Entah kemana...
Terasa janggal bila masa itu mengganjal...
Bukan hendak ku sentuhkan hatiku...
Cuma menjalin kata demi kata...
Agar kita s'dikit bicara...
Satu sahabat hilang...
Yang tak terlihat namun terasa...
Dipersilahkan padanya seindah-indah jalan terpilih...
Restuku bersama...
Terasa janggal bila masa itu mengganjal...
Cukup aku memetik arti...
Cukup dia melayang lepas...
Entah kemana...
Terasa janggal bila masa itu mengganjal...
Bukan hendak ku sentuhkan hatiku...
Cuma menjalin kata demi kata...
Agar kita s'dikit bicara...
Satu sahabat hilang...
Yang tak terlihat namun terasa...
Dipersilahkan padanya seindah-indah jalan terpilih...
Restuku bersama...
Terasa janggal bila masa itu mengganjal...
Cukup aku memetik arti...
Cukup dia melayang lepas...
Wednesday, October 09, 2013
Prasangka
Detik melambung,kekal terkurung...
Kesalahan ini bukan untukku...
Hati terbawa,luka tertinggalkan...
Di sana berpaling pada keniscayaan...
Ku berdiri dalam terjangan badai sendiri...
Tiada awan seteduh yang dulu...
Tiada langit cerah membiru...
Hentikan fikiranku di titik ini...
Letih yang menyeruak...
Coba tafsirkan desah kehendak...
Bila prasangka memangkas pandangan jiwa...
Jadilah pemberi bukan pemimpi...
Dan arah cahaya kian mendekat...
Mendekap hangat...membasuh,memanjangkan harap...
Kesalahan ini bukan untukku...
Hati terbawa,luka tertinggalkan...
Di sana berpaling pada keniscayaan...
Ku berdiri dalam terjangan badai sendiri...
Tiada awan seteduh yang dulu...
Tiada langit cerah membiru...
Hentikan fikiranku di titik ini...
Letih yang menyeruak...
Coba tafsirkan desah kehendak...
Bila prasangka memangkas pandangan jiwa...
Jadilah pemberi bukan pemimpi...
Dan arah cahaya kian mendekat...
Mendekap hangat...membasuh,memanjangkan harap...
Subscribe to:
Comments (Atom)


