Tuesday, May 13, 2014

Aku benci hatiku


Izinkan ku rindu…
Sekejap mata…
Meski dingin menusuk tulangku…
Dan membeku…

Hanya sebelah kakiku merapuh…
Arungi seluas omong kosong…
Sebagaimana hati yang sepi dalam kata-kata seharian…

Kau Nampak cemerlang…
Berbingkai percikan harapan…
Dimana lama ku menipu diri…
Seolah tak sadar diri…
Sehingga tak sadarkan diri…

Engkaulah warna…
Yang ku lukiskan sendiri…
Seperti dan seperti…

Akan ku bongkar  jiwa…
Dari jerat yang bukan pula maksudmu…
Juga kebodohan yang menelungkupkan akalku…
Sampai sentuhan-sentuhan yang menggangu…

Jawablah aku…
Di sela tanda tanya yang menjeda tiap-tiap  rintih kelemahan…
Pandang aku…
Kadang ku benci hati sendiri…

Bila ku rapat padamu…
Ku tertawa dalam bola matamu…
Terasa desah nafasmu menerobos urat nadiku…
Engkau pula mentari…
Terbenam di ujung samudera lepas…
Terpandangi ombak meronta dari pesisir…
Apabila ku berlayar jelajahi harap dan pengertian