Malam itu pertengkaran mengungkap tabir prasangka...
Membingkai pertemuan yang tak bertemu...
Berseru jiwa ke segenap penjuru angin...
Menghimpun daya semesta padamu...
Di setiap sudut dan jengkal gelapmu...
Hati kecil meratap...
Saat hembusan munajat ini mengudara...
Atau mendung menjadi payung...
Tubuhku ingin terlepas...
Biar ruh ku yang suci...
Menghibur engkau di hening malam...
Perhatikan detak jantungmu...
Perhatikan hembus nafasmu...
Selaraskan senandung syukur...
Dengar,dengarkan aku...
Tak pernah ku mati olehmu...
Tidakkah kau hendak bunuh aku?
Setelah ku terbangkit atas lembutmu?
Bila telagaku mulai mengalir sendu...
Lisanku sejatinya kelu...
Bila harapan kian mengalun syahdu...
Tanganku berbisik ke ujung waktu...
Kekasihku...
Engkau kepentinganku...
Ingin ku genggam waktu...
Kalaupun ku mampu membajak mimpi-mimpi burukmu...
Kekasihku...
Engkau kepentinganku...
Silahkan hujamkan belati di dadaku...
Boleh pula kau hunuskan amarahmu...
Tetap ku kan berdiri...
Tersenyum padamu...

Membingkai pertemuan yang tak bertemu...
Berseru jiwa ke segenap penjuru angin...
Menghimpun daya semesta padamu...
Di setiap sudut dan jengkal gelapmu...
Hati kecil meratap...
Saat hembusan munajat ini mengudara...
Atau mendung menjadi payung...
Tubuhku ingin terlepas...
Biar ruh ku yang suci...
Menghibur engkau di hening malam...
Perhatikan detak jantungmu...
Perhatikan hembus nafasmu...
Selaraskan senandung syukur...
Dengar,dengarkan aku...
Tak pernah ku mati olehmu...
Tidakkah kau hendak bunuh aku?
Setelah ku terbangkit atas lembutmu?
Bila telagaku mulai mengalir sendu...
Lisanku sejatinya kelu...
Bila harapan kian mengalun syahdu...
Tanganku berbisik ke ujung waktu...
Kekasihku...
Engkau kepentinganku...
Ingin ku genggam waktu...
Kalaupun ku mampu membajak mimpi-mimpi burukmu...
Kekasihku...
Engkau kepentinganku...
Silahkan hujamkan belati di dadaku...
Boleh pula kau hunuskan amarahmu...
Tetap ku kan berdiri...
Tersenyum padamu...


