Berjanji di hadapan ilusi.
Berujung kehilangan sesuatu yang tak pernah ku miliki.
Berdarah-darah mengejar ketiadaan.
Bergumul sejuta perasaan.
Bagaimana ku bisa melihat lagi,
semua yang ku bawa sedemikian jauh.
Nyatanya tak pernah nyata,
Menyesaki nafas yang fana.
Terlampau cepat berjanji,
Terlalu lekas jatuh hati.
Bathin yang disayat-sayat dalam sengaja.
Membela khayal penyulut sesal.
Aku tak mau melihat lagi.
Biarkan angin membawa perih.
Berpantang jujur atas lemahku.
Dunia cuma berhak cahaya mataku.
Aku pergi seperti permintaan yang selalu.
Hatiku seperti hilang sama sekali.
Dimana kini mesti aku sembunyi.
Hempas kebodohan-kebodohan ilusi.
Berujung kehilangan sesuatu yang tak pernah ku miliki.
Berdarah-darah mengejar ketiadaan.
Bergumul sejuta perasaan.
Bagaimana ku bisa melihat lagi,
semua yang ku bawa sedemikian jauh.
Nyatanya tak pernah nyata,
Menyesaki nafas yang fana.
Terlampau cepat berjanji,
Terlalu lekas jatuh hati.
Bathin yang disayat-sayat dalam sengaja.
Membela khayal penyulut sesal.
Aku tak mau melihat lagi.
Biarkan angin membawa perih.
Berpantang jujur atas lemahku.
Dunia cuma berhak cahaya mataku.
Aku pergi seperti permintaan yang selalu.
Hatiku seperti hilang sama sekali.
Dimana kini mesti aku sembunyi.
Hempas kebodohan-kebodohan ilusi.