Sunday, November 07, 2021

"Kajian Intrinsik dalam Cerpen Rip Van Winkle Karya Washington Irving" oleh: Muhammad Nurul Hidayat

Dalam postingan kali ini saya akan membahas sebuah kajian intrinsik yang termuat dalam sebuah karya sastra fenomenal, khususnya bagi masyarakat Amerika Serikat, yaitu sebuah cerpen bertajuk "Rip Van Winkle" yang mana judul tersebut terambil dari nama sang pemeran utama dalam cerita itu sendiri yaitu sosok pria yang hidup di sekitar kawasan dataran tinggi Catskill, New York, Amerika. Cerpen populer ini ialah buah karya seorang sastrawan kondang berkebangsaan Amerika Serikat yakni Washington Irving.

Tulisan ini saya kirimkan guna mengerjakan penugasan ujian tengah semester dan juga Ujian Akhir Semester dari Ibu Siska Hestiana, S.S, M.Hum. dalam mata kuliah kajian fiksi pada program study Sastra Ingris di Universitas Muhammadiyah Sukabumi.

Berikut rincian pembahasan seputar kajian intrinsik dari novel tersebut ditinjau dari berbagai aspek, di antaranya:

1.      Alur (Plot) :

 

a.      Analisis tahapan plot :

                                                              i.      Tahap awal

Rip Van Winkle” ialah sebuah karya sastra Amerika yang sangat fenomenal dan ditulis oleh Sastrawan terkemuka, Washington Irving menceritakan kisah seorang penduduk desa kolonial Belanda-Amerika yang tertidur di Pegunungan Catskill ,yaitu daerah dataran tinggi dari sebuah kota di bagian tenggara Greene County, New York, Amerika Serikat, selama dua puluh tahun.

Rip, Digambarkan sebagai sosok seorang pria bersahaja yang menghabiskan kebanyakan waktunya di penginapan desa. Ia sering pergi berburu di Catskills untuk melarikan diri dari istrinya berkepribadian rumit dan suka menggerutu tak menentu sehingga sering membesar-besarkan atau mendramatisir masalah.

                                                            ii.      Tahap tengah

Suatu hari, saat ia mencoba melarikan diri dari istrinya yang suka mengomel itu, dan bertemu dengan seorang pria yang tergopoh-gopoh seraya mengangkut sebuah tong minuman keras yang teramat berat. Dia membantu pria itu membawakan tong minuman keras yang berat tersebut  ke dalam sebuah tempat di mana mereka bertemu pria aneh yang memainkan permainan ninepins. Rip minum sebagian dari minuman keras itu sehingga akhirnya tertidur selama 20 tahun kemudian dalam keadaan memegang senapan yang akhirnya sudah lapuk dan berkarat sampai janggutnyapun telah tumbuh memanjang. Dia kemudian mengetahui bahwa pria pembawa tong minuman keras itu adalah arwah seorang bernama Henry Hudson. Hudson ialah rekan kerjanya yang sudah meninggal dunia 

                                                          iii.      Tahap akhir

Dua puluh tahun kemudian, Rip bangun dan menemukan bahwa telah terjadi Revolusi Amerika, Upaya pergerakan masif dari kalangan rakyat koloni Amerika yang merupakan reaksi perlawanan terhadap pemerintah kolonial Inggris di Amerika kala itu. Sejarah mencatatkan bahwa Revolusi Amerika berlangsung pada 1765 hingga 1783. Dan alkisah, di saat yang baginya sangat membingungkan itu, hanya satu orang yang masih mengenalinya yaitu teman lamanya Peter Vanderdonk. Dengan akhirnya, bersama sang istri, Rip pindah dengan putri mereka dan kembali menghabiskan waktunya di penginapan.

 

2.      Konflik :

Dalam sebuah cerita fiksi, konflik dimaknai sebagai bagian dari dalam sebuah cerita manakala terjadinya dua kekuatan yang saling bertemu atau saling beradu yang mana pada gilirannya menggiring alur cerita pada terjadinya suatu peristiwa. Semua cerita pasti memuat konflik di dalamnya yang mana sehingga konflik inilah yang membuat sang pembaca terus penasaran untuk melanjutkan tahap demi tahap yang dikisahkan sampai dapat ditemukan seperti apa titik akhir dari cerita fiksi tersebut.

Inilah beberapa konflik dalam cerpen tersebut yang saya cuplik di antaranya:

 

Dalam cerita pendek berjudul Rip Van Winkle inipun mengkisahkan terjadinya beberapa kategori konflik, di antaranya konflik: manusia vs manusia (Man vs Man), manusia vs alam (Man vs Nature), dan manusia vs kekuatan supranatural (Man vs Supernatural).

 

·         Man vs Man

o   Rip vs Istrinya sendiri

Salah satu konflik utama yang sangat kentara di dalam cerpen ini adalah konflik manusia vs manusia (man vs man) yaitu konflik antara Rip dan istrinya, Dame Van Winkle. Dia (Damme) terheran tak mengerti mengapa Rip, sang suami, mau-maunya membantu banyak orang dari kalangan warga desa setempat dalam hal mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang bisa dibilang berat bahkan sampai-sampai Rip Van Winkle ini tidak sempat melakukan pekerjaan apapun di lahan pertanian miliknya sendiri. Rip mengajari anak-anak desa bagaimana caranya menerbangkan layang-layang, bagaimana caranya bbermain kelereng, dan bahkan menghibur anak-anak desa dengan meceritakan dongeng-dongeng yang menarik, namun anehnya dia tidak melakukan semua hal itu untuk anak-anaknya sendiri. Inilah yang benar-benar menyulut rasa kekesalan dari istrinya sendiri. Ketika Sang istri, Dame Van Winkle, marah, Rip berusaha semaksimal mungkin sehingga bagaimana caranya untuk menjauh dari sang istri dengan cara pergi memancing, berburu dengan anjingnya, atau hanya sekedar membunuh waktu menongkrong seraya ngobrol ringan atau bergosip dengan teman-temannya di desa. Kemudian, sang istri, Dame Van Winkle, bahkan berhasil melacak keberadaan Rip yang kala itu ada di desa. Konflik inilah yang kemudian memaksa Rip sehingga pergi menuju area dataran tinggi yaitu Pegunungan Catskill.

 

·         Man vs Nature

Dari sisi lain dalam cerpen ini, ada pula sebuah konflik yang terjadi antara Rip Van Winkle dan Pegunungan Catskill, yang mana pegunungan ini sekaligus menjadi latar tempat dalam cerita pendek ini. Konflik yang dimaksud ialah ketika Rip terbangun dari tidur siangnya yang panjang, diapun berusaha untuk kembali menelusuri langkahnya untuk menemukan orang-orang asing yang dia temui di gunung tersebut sebelum dia tertidur. Namun kala itu, Gunung Catskill ini langsung seolah menghalang-halanginya dari aksi penelurusuran itu. Sekonyong-konyong selokanyang pernah dia telusuri ketika proses pendakian yang semulanya kering sekarang penuh dengan air dan lubang tempat dia bertemu dengan orang-orang itu kala itu, entah bagaimana caranya, tiba-tiba berubah menjadi dinding batu.Demikianlah seolah sang gunung terus-menerus menghalangi langkah Rip untuk kembali ke rumah di desanya.

 

3.      Tokoh (Karakter) :

Karakter utama dalam cerpen berjudul “Rip Van Winkle” adalah sosok pria bernama Rip Van Winkle itu sendiri, juga yang lain ada juga Dame Van Winkle, Henry Hudson, Peter Vanderdonk, Judith Gardenier, dan Diedrich Knickerbocker. Berikut secuplik ulasan dari masing-masing karakter tersebut:

 

• Rip Van Winkle (Protagonist, Developing)

Ia adalah sang aktor protagonis; dia adalah sosok yang dikisahkan tertidur di Pegunungan Catskill dan bangun dua puluh tahun kemudian sehingga tersadar dan terkaget-kaget akan betapa banyaknya perubahan yang terjadi di tempat tinggalnya selama ia tidak sadarkan diri dalam tidur panjangnya.

• Dame Van Winkle (Antagonist, Developing)

Ia adalah istri Rip dengan karakter yang cerewet, ribet dan suka marah-marah dan sehingga membuat sang suami, Rip, merasa tidak nyaman.

• Henry Hudson (Tokoh Tambahan dan sebagai Static sekaligus Developing Character.)

Ia adalah sosok pria yang dikenal sebagai seorang penjelajah alam liar yang ditemui Rip ketika berada di pegunungan.

• Peter Vanderdonk (Tokoh Tambahan. Protagonist dan sebagai Statik  Character.)

Ia adalah sosok pria paling tua yang masih hidup di desa tempat tinggal Rip dan juga sekaligus Peter Vanderdonk ini sebagai satu-satunya orang yang masih mengenali sosok Rip saat Rip kembali dari tidur panjangnya selama 20 tahun.

• Judith Gardenier (Tokoh Tambahan. Protagonist dan sebagai Statik Character.)

Ia adalah anak perempuan sang pemeran utama, Rip Van Winkle, dia jugalah yang membawa atau mengantarkan Rip, sang ayah, masuk kembali ke desa dan rumah tempat tinggal yang sekian lama ditinggalkan oleh Rip Van Winkle.

• Diedrich Knickerbocker (Static Character)

Ia adalah sosok seorang sejarawan ,yang dalam hal ini, mengkisahkan cerita pendek berjudul Rip Van Winkle itu sendiri.

 

Dimensi karakter :

a.      Dimensi Psikologi Karakter:

Rip Van Winkle, sang pria desa yang bersahaja yang sebenarnya memiliki jiwa sosial tinggi untuk menolong sesama namun ironisnya lalai dalam mengelola lahan bisnis milik sendiri juga dalam mengurus keluarga dengan selayaknya.

b.      Dimensi Sosiolog Karakter

Komunikasi internal dalam lingkup keluarga Rip Van Winkle yang kurang nyaman antara ia dan sang istri yang mudah marah dan sering berkata-kata kasar serta mengeluh membuat ia jenuh, jengah sehingga senantiasa mencari jalan pelarian seraya menjauh dari sang istri.

c.       Dimensi fisiologi Karakter

Rip Van Winkle digambarkan sebagai sosok pria dewasa yang telah memiliki keluarga sebelum kemudian alur cerita menggiringnya menjadi sosok pria tua dengan janggut putih dan uban di rambutnya setelah ia kembali tersadar dari tidur panjangnya di pegunungan Catskill.

 

4.      Latar :

a.      Latar Waktu : Di periode tahun-tahun sebelum dan sesudah Perang Revolusi Amerika (circa. 1775- 1783)

b.      Latar Sosial : Lingkungan kehidupan desa belanda di Amerika sekitar kawasan pegunungan Catskill, sebuah daerah di New York di barat laut New York City 

c.       Latar Tempat : Pegunungan Catskill, yang terletak di bagian sebelah tenggara Kota New York. Amerika Serikat.

d.      Latar Ruangan:-

 

5.      Tema

a.      Tema utama

·         Kebebasan

Salah satu tema dalam ''Rip Van Winkle'' adalah kebebasan. Kebebasan adalah kemampuan untuk melakukan, berkata, dan berpikir tanpa ada orang lain yang ikut campur atau menghalang-halangi. Dalam kisah ini, Rip mendapatkan kebebasan dari istrinya ketika dia bangun dan mengetahui bahwa sang istri telah meninggal. Sebelum dia memasuki pegunungan dan tidur siang selama 20 tahun, bahwa sebelum itu, sang istri itu terus-menerus mengganggunya khususnya dalam hal kegiatan-kegiatan yang ia sukai. Rip juga mendapat kebebasan dari beban-beban tugas yang selama ini selalu diperintahkan oleh istrinya untuk mengelola lahan perkebunan. Sekarang setelah dia lebih tua dan istrinya sudah tiada, Rip tidak lagi memiliki tanggung jawab seperti halnya dulu.

 

Cara lain tema kebebasan ditampilkan dalam cerita ini adalah kedaulatan dan kemerdekaan yang diperoleh rakyat Amerika dari Inggris paska Perang Revolusi. Sebelum tidur siang yang panjang itu, kawasan yang didiami Rip adalah tanah jajahan yang dieksploitasi di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Inggris. Ketika Rip bangun, dia mengetahui bahwa orang-orang telah terjun berjuang dalam perang perlelawanan terhadap pemerintah kolonial Inggris dan memenangkan hak untuk menjadi negara dan pemerintah Amerika Serikat yang merdeka dan berkedaulatan.

 

·         Perubahan

Tema lain dalam ''Rip Van Winkle'' adalah perubahan. Perubahan di sini adalah berarti perubahan yang progresif atau bergerak maju. Tatkala Rip terbangun dari tidur siangnya yang panjang selama 20 tahun itu, iapun melihat langsung betapa pesat kemajuan kota dan tata kelola kehidupan masyarakatnya, terutama anak-anak yang sebelumnya ia kenal masih sangat kecil dan belia, kala itu mereka sudah tumbuh menjadi sosok mapan lagi dewasa. Diapun tercengang dan tidak mengenali banyak hal, sebab oleh saking banyaknya perubahan yang nampak di lingkungan tempat tinggalnya sendiri, seperti bangunan yang lebih besar dan lebih banyak orang serta masih banyak lagi perubahan-perubahan lainnya

 

b.      Tema tambahan: Penjajahan, Pergolakan sosial, Pemberontakan, Problematika Rumah tangga.

 

6.      Simbol

a.      Berupa benda:-

b.      Berupa tokoh:-

c.       Berupa situasi:

Cerpen Rip Van Winkle banyak mengilustrasikan simbol-simbol masa lalu, yakni periode pra dan paska perang revolusi Amerika. Ia hidup di mulai dari lahir hingga masa dewasanya atau sebeum ia mengalami kejadian ajaib tertidur siang pulas sampai selama 20 tahun. Lalu dia terbangun pada 20 tahun berikutnya dalam keadaan tercengang dan bingung sementara segala sesuatu di sekelilingnya telah berubah secara drastis termasuk fisiknya yang kala itu jadi menua, namun tentu sisi psikologi dan isi pemikirannya sendiri tetap sama seperti layaknya 20 tahun yang lalu. Dalam beberapa hal tertentu, hal ajaib yang dialaminya ini membawakan masalah bagi pribadi Rip, karena ketika dia bangun setelah dua puluh tahun, dia merasa sulit untuk beradaptasi dengan lingkungannya.

d.      Berupa tindakan:-

e.       Berupa warna:-

f.       Berupa tempat:

Latar tempat yang paling utama dalam cerpen ini ialah Pegunungan Catskill, yang juga sebagai lokasi dimana Rip Van Winkle mengalami kejadian ajaib berupa tertidur panjang selama 20 tahun. Secara teritoris, Pegunungan tersebut berlokasi di sebuah provinsi fisiografi Pegunungan Appalachian, yang terletak di bagian tenggara dari Kota New York. Amerika Serikat.


 7.      Ironi (Irony)

·         Ironi Verbal (Verbal Irony)

Secara pengertian, Ironi verbal dimaknai sebagai suatu statement terhadap sesuatu hal tetapi justru berarti sebaliknya. Dalam kisah ini, ironi verbal nampak dalam ucapan-ucapan cemoohan dari warga sekitar tempat tinggal Rip, yang mana setelah Rip terbangun dari tidur panjangnya dengan tampilan fisik yang sama sekali sudah tidak dikenali oleh mereka. Merekapun berkata bahwa Rip ini adalah seorang yang tidak waras, seorang gila.

 

·         Ironi Situasi (Situation Irony)

Ironi situasi, pada dasarnya, adalah ketika sesuatu yang tidak kita harapkan terjadi malah benar-benar terjadi. Dalam kisah ini, adanya saling ketidakpuasan dan ketidakcocokan antara Rip dan Dame sebagai pasangan suami istri yang seyogyanya saling membahagiakan dan memberikan kenyamanan satu sama lain merupakan sebuah ironi situasi yang pada gilirannya menyulut keputusan Rip untuk melarikan diri dari rumah.

 

·         Ironi Dramatic (Dramatic Irony)

Ironi dramatic adalah ketika pembaca mengetahui sesuatu yang tidak diketahui oleh karakternya, seolah-olah mereka berada dalam sebuah rahasia. Ironi dramatis di sini ditunjukan ketika Rip terkaget-kaget selepasnya ia bangun dari tidur panjangnya yang sampai menghabiskan waktu 21 tahun lamanya seraya bingung keanehan macam apa yang sebenarnya telah terjadi kepada diri dan dunia di sekitarnya yang nampak begitu sangat berbeda.

 

8.      Sudut Pandang (Point of View)

Sudut pandang dalam pemaparan atau penyajian sebuah cerita ialah sangat esensial peranannya guna mengatur ritme cerita. Ketika memilih sudut pandang, penulis memutuskan siapa yang akan menceritakan cerita.

 

''Rip Van Winkle'' diceritakan oleh seorang narator (berperan sebagai pihak luar) yang tidak ikut serta dalam tindakan-tindakan yang bergulir di dalam inti cerita. Maka dalam konteks ini narator dimaknai sebagai orang luar yang mengetahui apa yang dilakukan, dirasakan, dan dipikirkan oleh semua karakter yang terlibat dalam cerita. Peranannya di sisi lain membantu memainkan atau mendramatisir alur atau ritme cerita karena narator menggambarkan semua karakter dan tindakan mereka, dan dia melakukannya dengan cara yang unik dan ekspresif sehingga membuat kita sebagai pembaca dapat melihat kepribadian mereka yang sebenarnya.

 

Narator memberi tahu kita bahwa Rip bermain dengan anak-anak desa tetapi mengabaikan anak-anaknya; dia membantu para wanita di desa dengan tugas-tugas mereka tetapi di sisi lain justru sama sekali tidak membantu istrinya dengan segala aktivitasnya yang pasti berkaitan erat dengan kepentingan dirinya sendiri. Penggambaran watak ini membantu kita sebagai pembaca guna mendapatkan gagasan terkait bagaimana kepribadian seorang Rip sebagai pemeran utama dan apa yang dipikirkan dan diperbuat oleh karakter lain tentangnya. Misalnya, ketika Rip pergi ke desa setelah bangun dari tidur siang panjangnya selama 21 tahun itu, penduduk desapun mengira dia sebagai orang gila.

 

9.      Fantasi (Fantasy)

Muatan fantasi memang menjadi sajian yang paling dominan dalam sepanjang pemaparan kisah Rip Van Winkle ini. Bahwa Dalam cerita ini memang dikisahkan pengalaman seorang pria, yaitu Rip itu sendiri, yang mana dikarenakan ia merasa tidak puas dengan hidupnya, khususnya kehidupan rumah tangganya oleh karena memiliki istri pemarah yang seringkali mengomel dan mengeluh, maka naiklah ia ke Pegunungan Catskill melepas penat dengan senapan andalannya juga anjing peliharaanya untuk berburu tupai.

 

Sesampainya di sana duduklah ia beristirahat di bawah pohon, kemudian Rip dihampiri oleh seorang pria kecil yang yang sosoknya digambarkan seperti kurcaci. Pria kecil itu meminta bantuan Rip dan membawa Rip ke dimensi dunia lain di Catskills yang sebelumnya memang sama sekali tidak diketahui.

 

Di dunia fantasi ini, Rip menemukan banyak pria kecil lainnya dan dia bergabung dengan mereka minum-minum sampai Rip tertidur lelap. Maka terambil dari bagian permulaan dari bermunculannya dominasi unsur fantasi ini, kitapun sebagai pembaca kemudian dapat memaknai bahwa fantasi demi fantasi yang kemudian menjadi bagian yang diceritakan sangatlah dominan dalam menggiring keseluruhan alur cerita sehingga sangat menarik, unik dan bersifat di luar dugaan logika.

 

10.  Emosi (Emotion) dan Humor

·         Bosan

Emosi ini tergambar hampir sepanjang awal cerita yang merupakan kebosanan ini adalah hal yang dirasakan oleh Rip, sang pemeran utama, dalam menghadapi sikap temperamental dari sang istri yang senantiasa marah-marah dan mengeluh setiap harinya.

 

·         Kesal

Emosi kekesalan tergambar dalam pribadi istri dari Rip Van Winkle, yaitu Dame Van Winkle melihat sikap sang suami yang begitu pemalas dan enggan memanfaatkan waktu dengan baik. Sang suami yang sangat enggan membantu pekerjaan-pekerjaan rumah dan malah lebih banyaknya menyibukkan diri membantu anak-anak tetangga membuat sang istri kesal tidak kepalang sehingga inilah yang menyulut amarahnya seraya iapun selalu mengomel sepanjang hari.

 

·         Takjub

Penggambaran emosi takjub tergambar dalam momentum ketika Rip digiring ke dalam dimensi kehidupan lain ketika ia setibanya di area pegunungan Catskill saat mencoba melarikan diri dari istrinya yang selalu mengomel itu, yang mana kemudian Rip ini berjumpa dengan seorang pria yang tergopoh-gopoh membawa tong minuman keras yang berat. Dia membantu pria itu membawanya ke sebuah lubang di mana mereka bertemu pria aneh yang memainkan permainan ninepins. Rip minum sebagian dari minuman keras mereka, dan ajaibnya, iapun tertidur selama lebih dari 21 tahun. Kemudian puluhan tahun waktu tersebutpun kian berlalu sampai pada saatnya ia terbangun sudah dalam keadaan ia terbangun bersama dengan senapan yang sudah berkarat dan janggutnya yang memanjang. Betapa terheran-herannya dia, dia kemudian mengetahui bahwa pria dengan tong itu adalah hantu Henry Hudson, salah satu sahabatnya yang telah meninggal dunia.

 

11.  Pesan Moral (Moral Value)

Pada bagian akhir dari tulisan saya ini, perkenankan saya menyampaikan beberapa hikmah atau pesan moral yang termuat dari cerita Rip Van Winkle. Yaitu salah satu yang paling kentara ialah tentang nilai dinamisnya waktu. Waktu senantiasa bergulir tanpa henti. Terkadang tanpa kita sadari waktu telah membawa banyak hal berubah sedemikian pesat dan drastis. Terlepas apakah kita menyadarinya atau tidak. Waktu dengan segala sifat hakikinya yang dinamis dan progresif seolah memaksa setiap kita untuk saling berbenah diri dan kian hari kian menjadi pribadi yang lebih berkualitas.

Seperti yang dikisahkan di sana bahwa Rip tertidur sedemikian lelap selama 21 tahun, tetapi sejatinya waktu tidak menghentikan perubahan dunia di sekitar dia. Meskipun Rip tidak menyadari telah terjadinya begitu banyaknya perubahan demi perubahan, itu mau tak mau tetaplah harus terjadi.

Adapun manakala ia terbangun dari tidur panjangnya, ia mendapati bahwa ada beberapa perubahan yang dia sukai. Sebagai contoh, ketika dia pergi ke tempat di mana ada sekolah dan bertanya kepada orang banyak yang telah berkumpul dan seseorang mengatakan bahwa semuanya telah berubah dan akhirnya dia menemukan putrinya. Ada juga beberapa perubahan yang tidak disukainya, seperti anjingnya semakin tua dan anak-anaknya semakin besar meskipun dia sempat kesal karena tanpa ia sadari ia telah melewatkan begitu banyak momentum penting kebersamaan dengan anak-anak tercintanya. Maka dari itu, menurut saya pribadi, nilai moral dari cerita ini adalah waktu tidak akan pernah sedetikpun menunggu kita. Bahwa waktu akan terus bergerak maju dengan bengisnya bahkan sekalipun jika kita tidak siap untuk itu. Maka pastikan bahwa mentalitas dan jiwa raga kita senantiasa siap untuk segala dinamika kehidupan yang bermunculan di sekitar kita.

Selain dari pada itu, adapun pesan moral dari cerita ini adalah bahwa sebagai manusia hendaklah kita ini jangan menjadi orang yang pemalas. Lihatlah saja bahwa Rip Van Winkle selalu mengisi waktu luangnya dengan tidur saja. Mungkin kalau bahasa anak muda sekarang istilahnya “Kaum Rebahan”. Dan memang ini sangat jelek dampaknya bagi kehidupan kita. Karena hidup memang layak untuk diperjuangkan. Maka apalah jadinya jikalau kita, di dalam hidup ini, hanyalah bermalas-malasan?

Maka ketika kita membaca bahwa Rip tidak menggunakan waktu luangnya dengan baik. Di lain sisi, kitapun tergerak hati bahwa kita semua harus mengoptimalkan potensi diri kita terkhusus pada waktu-waktu luang kita.

  

7.      Tentang penulis:

Washington Irving ( Masa hidup: 3 April 1783 sampai 28 November 1859) Beliau adalah seorang penulis cerpen, essay, biografi, sekaligus juga sejarawan, dan diplomat Amerika pada awal abad ke-19. Dia mulai terkenal publik secara signifikan lewat karya cerita pendeknya "Rip Van Winkle" (1819) dan "The Legend of Sleepy Hollow" (1820), keduanya karya fenomenal tersebut termuat dalam koleksi tulisannya bertajuk “The Sketch Book of Geoffrey Crayon, Gent”. Karya-karya sejarahnya termasuk biografi Oliver Goldsmith, Muhammad dan George Washington, tak ketinggalan, selama hidupnya beliaupun produktif menulis beberapa sejarah Spanyol abad ke-15 yang berhubungan dengan beberapa tema pilihan seperti Alhambra, Christopher Columbus dan Moor. Ditinjau dalam jabatan politisnya, Irving bertugas sebagai duta besar Amerika untuk Spanyol pada medio tahun 1840-an.