Wednesday, May 20, 2015

Jalan Bahagiamu

Jiwaku dalam ruang gelap kehampaan…
Terlantar hilang arah…
Memburu setitik cerah yang tersamar dalam diri…
Mendustai darah lukaku atas belati yang kau hunuskan…

Nafasku…
Mungkin cintaku sekedar kesunyian saat ku sungkan menyentuhnya…
Nafasku…
Mungkin cintaku sekedar khayalan yang ku rangkai dan ku warnai seorang diri…
Nafasku…
Mungkin cintaku…
Ya, Cintaku yang terdalam itu…
Cukupkah terbingkai pita sejarah dan ku persembahkan pada langit pabila mendung memanggil?…

Bukan ku yang menulis apa yang kau baca…
Tapi hati yang terbuang…
Yang s’lalu mencoba mengertimu…
Sedang ia laksana sampah yang tersisih dalam gemerlap duniawi…

Kan ku kuatkan langkahmu yang berlalu…
Bahwa aku tak sakit…

Saat kau tempuh jalan bahagiamu…
Aku tak sakit…
Saat kau dapatkan apa yang s’lama ini tak kuasa ku beri…
Aku tak sakit…
Saat kau temukan apa yang s’lama ini tak kau temui…
Aku tak sakit…

Namun sengajakah kau lumpuhkan kedua tanganku?…
Yang dengannya ku basuh air matamu…
Kedua kakiku…
Yang dengannya ku melangkah padamu…

Kekasihku…
Sekian bayang-bayang rinduku terbentur amarahmu…
Kau pantulkan luka atas belaian kasihku…

Adakah pernah ku sedikit benar?...
Meski Cuma sekejap lampau…

Kekasihku…
Separuh perjalananku memahat…
Sehuruf menjadi kata…
Sekata s’bagai nama…
Pada dinding hatiku yang masih bertahan ini…

Kekasih …
Jangan menangis lagi…
Tersenyumlah sepanjang  jalanmu…
Ku tempuhi getir campur petir…
Hingga janji itu hadir…

Masih adakah hatimu untukku,kekasih?...
Kelak ku tawarkan sekali lagi…
Hatiku yang teruji…
Cintaku yang terbukti…

No comments:

Post a Comment