Kesunyian ini untukmu...
Duhai kaulah gemuruh keramaian di alam khayalku...
Tak perduli tawa, tak perduli air matapun kan ku jelang...
Memastikanmu di ujung jalan...
Duhai kaulah gemuruh keramaian di alam khayalku...
Tak perduli tawa, tak perduli air matapun kan ku jelang...
Memastikanmu di ujung jalan...
Apa kabar?
Seharian belum ku tengok potretmu...
Ku luangkan sejenak seperti biasa...
Ku kabarimu lewat doa...
Seharian belum ku tengok potretmu...
Ku luangkan sejenak seperti biasa...
Ku kabarimu lewat doa...
Ku ingin menyerah...
Ku ingin berhenti...
Namun bagaimana aku berdusta...
Lalu berjalan menjauhi tujuan...
Ku ingin berhenti...
Namun bagaimana aku berdusta...
Lalu berjalan menjauhi tujuan...
Apa kabar?
Aku selalu sendiri...
Mempertahankan namamu...
Biar mereka bilang aku dungu...
Namun tahukah kamu...
Bahwa tiada kata menyesal tuk membela segala yang diyakini...
Aku selalu sendiri...
Mempertahankan namamu...
Biar mereka bilang aku dungu...
Namun tahukah kamu...
Bahwa tiada kata menyesal tuk membela segala yang diyakini...
Biar kita saling mencari...
Dalam seribu warna jiwa sendiri...
Sebab jarak diciptakan...
Untuk memberikan ruang kepada rindu...
Dalam seribu warna jiwa sendiri...
Sebab jarak diciptakan...
Untuk memberikan ruang kepada rindu...

No comments:
Post a Comment