Wednesday, July 31, 2019

Dunia Berdua

Ku ini rendah
Ku adalah tanah
Terinjak-injak seribu langkah berkejaran

Cobalah berlari
Seraya berpaling
Meludahi mimpi yang berpuisi

Teringin berlibur di pelukan itu
Yang hangatnya seperti pagi
Erat seperti melindungi
Bertamasya mengitari bola mata itu
Setelah kisruh jiwa yang rahasia
Lalu ku lukiskan dunia eksklusif milik berdua
Menetap dan mengobati luka

Usah menantang terik dunia
Menepi dan kembalilah
Kelemahanmu, kelemahanku
Marilah saling berteduh

Gejolak badai kian gemuruh
Seperti rindu kita seluruh
Menolehlah sekejap mata
Biar resahmu aku baca

M. Nurul Hidayat
1 Agustus 2019