Sunday, August 25, 2019

Menghabiskan Dunia

Terlalu lama sendiri.
Terlupa cara berbagi.
Teringin menghabiskan dunia di pelukmu.
Menemukan letak rindu di penghabisan jalanku.

Kekasih...
Cinta adalah karya lepas tuna tafsir.
Menyerahlah ke hadapan Maha Cinta yang mentakdir.
Jikalau benar jodoh itu.
Pasti bukan aku saja yang sendiri melawan gelap ini.
Karena doa-doa kecilmu sedang membangkang jarak yang meraksasa.
Kau menahan sunyi demi tegak harga diri.

Kekasih...
Aku menginsyafi segenap larangan itu.
Maka sambutlah perwakilan kehadiranku.
Menghujam ke palung kejujuranmu.
Dimana kau kecup pahit getirnya merindu.

Sebab aku menemanimu...
Senantiasa dan selalu...
Ku menuai putik candumu.
Semula kau tanam kepayang sembari bisu.

M. Nurul Hidayat
25 Agustus 2019

Sunday, August 11, 2019

Rhytm of My Life

Rhytm of My Life

Dear the rhytm of my life...
Escort my elegiac symphony,
To a precise goal of eternity.
My heart is worn out,
filled by the emptiness that no space remains.
My darkest, my wildest side,
Fondle the weary wanderer...

I am  your shadow of uncertainty.
When you get weary, when the time haunts.
I am your recalling memories.
I am the reminder of missing touch.
As the night holds you safe,
I could be nothing but your all thoughts.

Stare the heaven above!
Your multiplied longings.
Your endless searching.
Your envisioned blueprints.
Wrapped up into concept.
Nothing is that too much, tho...
Let it be yoo... !

Dance me over fantasy.
My cloudy shelter has presented me.
Cheers with no sorry...
Provide spaces to my crowded worry.

M. Nurul Hidayat
11 August, 2019

Saturday, August 10, 2019

Bersiap Menjemputmu

Terbanglah merpati...
Cakrawalamu menggoda sukma.
Tiada sejengkal semesta meluputkan takdirmu.
Kembali bersarang abadi.

Rebahkan sayap-sayap rapuhmu,
Bila langit tak bersahabat.
Doanya menjelma udara,
Mimpinya laksana rayuan senja.

Dia tak sempurna,
Tapi dia menujumu.
Hadirnya tak seindah khayalan-khayalanmu itu.
Mentasbihkan lirih dan luka,
Di tepian sunyi senyap.
Dia bangga memperjuangkanmu.

Berserah segenap jiwa itu,
Menjadi tawanan rindu.
Tengok dan hampirilah sekejap sempatmu.
Bagaimana cinta bermekaran,
Di atas gelap gersang dimensimu

Sirami seonggok jiwa itu,
Sepercik sudimu.
Sesungguhnya bersama yakin,
Bahagia siap menjemputmu.

M. Nurul Hidayat
10 Agustus 2019