Pusara Cinta
7 Juli 2012 pukul 14:28
Hening senyap,hening gelap...
Aroma kematian menyebar...
Jiwa tergolek lumpuh...
Terhempas dinginnya angin-angin kesunyian...
Hening cinta jadi hakikat...
Nuansa haru merebak...
Hitam putih kepalsuan...
Tersamar dalam senyuman...
Hening senyap,hening gelap...
Tawa dan air mata berbaur akrab...
Birahi melirik manja...
Di gelap cahaya buta...
Sejuta cinta tinggal bualan...
Di kelam keranjang zaman...
Terbuang beserta sisa-sisa kemunafikan...
Juga dusta yang pernah dipercaya...
Maka jangan lagi menyanjung cinta...
Setelah nafsumu meludahinya...
Sebab sesalmu takkan menebus kedua tanganmu itu...
Tinggalah keseimbangan perlambang keadilan...
Harusnya cinta bertaha di singgasana jiwamu nan mulia...
Karena ia pernah merangkulmu dalam pangkuannya yang agung...
Dan meski ia hadir dalam ketidaksadaranmu...
ketika ia menyambutmu tak berbahasa...
Lemahlah jiwa terasa...
Sadarilah ia yang telah menjelma di segala waktu...
Bukan selingan di senggang waktu...
Menangislah kini...
Biar luapan sesalmu menggenangi pusara cinta...
Ia t'lah pupus dalam pesan yang tersirat...
Dan cuma hatimu mampu fahami...
Meski terlambat...
Cinta takkan menyakitimu walau sedikit...
Bila ia menyakiti,sesalnya kan mendahului luka...
Cinta takkan menyakitimu walau sedikit...
Kecuali t'lah kau rangkai pelangi di gelapnya malam...
No comments:
Post a Comment