Monday, April 25, 2016

Air mata



Bila air mata dapat menjawab kebisuan di bibirmu...
Izinkan ku jadi jejak di langkahmu...
Bayang di gerakmu...

Wahai  tabir misteri yang tersingkap hembusan waktu.
Mengapa aku menujumu?
Mengapa ku kuras bejana kalbu? Tumpah ruahkan seisi milikku...
Hingga rembulanpun tersenyum... menyindir restu sang alam...

Jadilah saksi kematianku,kekasih...
Yang hembuskan cinta terakhir di nafasku...
Peluklah sekujur kehampaan,kekasih...
Seiring kidung doamu...
Menembus dimensi ragawi...

Hiduplah bersamaku,kekasih...
Kini dan kapanpun nanti...
Tahukah kamu bila laut yang terhampar dan langit yang menaungi...
Keduanya  memanjatkan asa di atas namamu...
Di atas namaku...

Ingin ku  sentuhkan jemari ini...
Pada cahaya matamu...
Bila ada gelisahmu...
Hendaklah ku berseru...
Biar semesta menaungimu...
Seraya  ku hujamkan pada kedalaman bathinmu...
Kasihku yang lugu...
Teruntuk kamu...

Lama ku  menyelami samudera...
Di mana ku terhempas kadang terdampar  kehabisan daya upaya...
Kini izinkanku menetap di hatimu...
S'bagai rumahku yang abadi...
S'bagai duniaku yang sejati...

No comments:

Post a Comment