Bila air mata dapat menjawab kebisuan di
bibirmu...
Izinkan ku jadi jejak di langkahmu...
Bayang di gerakmu...
Wahai
tabir misteri yang tersingkap hembusan waktu.
Mengapa aku menujumu?
Mengapa ku kuras bejana kalbu? Tumpah ruahkan
seisi milikku...
Hingga rembulanpun tersenyum... menyindir restu
sang alam...
Jadilah saksi kematianku,kekasih...
Yang hembuskan cinta terakhir di nafasku...
Peluklah sekujur kehampaan,kekasih...
Seiring kidung doamu...
Menembus dimensi ragawi...
Hiduplah bersamaku,kekasih...
Kini dan kapanpun nanti...
Tahukah kamu bila laut yang terhampar dan
langit yang menaungi...
Keduanya
memanjatkan asa di atas namamu...
Di atas namaku...
Ingin ku
sentuhkan jemari ini...
Pada cahaya matamu...
Bila ada gelisahmu...
Hendaklah ku berseru...
Biar semesta menaungimu...
Seraya
ku hujamkan pada kedalaman bathinmu...
Kasihku yang lugu...
Teruntuk kamu...
Lama ku
menyelami samudera...
Di mana ku terhempas kadang terdampar kehabisan daya upaya...
Kini izinkanku menetap di hatimu...
S'bagai rumahku yang abadi...
S'bagai duniaku yang sejati...

No comments:
Post a Comment