Monday, April 25, 2016

Pesanku...




Bila harus terbungkam sunyi.
Demi hanya tetap merasa.
Jadilah derap langkah perjalanan...
Yang jejaknya t'lah terpahat di takdirku...

Pada engkaukah kan ku temui terangku?...
Seketika kau hadir...
Berjuta lainnya menyingkir...
Dan bila kau tanya mengapa...
Aku tersipu kelu...
Lantas darimana kau kenal jiwaku?...
Yang tersembunyi di antara reruntuhan berdebu...
Tertelungkup sendiri...
Terasing di sudut gelapku...

T'lah kita lalui detik-detik yang mahal.
Tak terbayar oleh buaian mimpi kosong...
Atau pula  kefanaan hasrat kita...
Kini ku cuma punya bingkisan sederhana...
Bilapun  kiri menarikmu atau kanan memikatmu...

Tak ingin ku berlebihan...
Bila ku mendamba  keindahanmu...
Sementara kau tengah terjebak di duniamu...
Tangkaplah jiwaku kekasih...
Di antara bayangan malam tempatmu menyendiri...
Lihat dan perlihatkan cahayamu sehingga kita kan berdua...
Berdua saja...

Cukuplah ku cintaimu...
Berhenti sampai di situ...
Hingga batas waktuku...
Kepergian atau kematianku...
Tersenyumlah untukku...

Sebab aku bodoh...
Bahkan tuk menyentuhmu...
Ajarilah untuk ku hembuskan kata cinta di telingamu...
Lalu genggamlah saja segenap hatiku...
Sekejap mari  redupkan catatan silam antara percumbuan dua dunia...

No comments:

Post a Comment