Saturday, November 05, 2016

Mawar Surgawi

Merah itu...
Semerbak di taman ilusi...
Membuai sukmaku yang putih...
Kau sepucuk mawar surgawi...

Duhai bunga cahaya...
Teristimewa kan jumpa teristimewa pula...
Cara bukan di logika...
Pernah ku katakan ku adalah dirimu juga...
Seperti seluruh bukan separuh jiwa...

Sekejap melekat...
Pun kini kau berjarak...
Senyum ini tuk bahagiamu...
Do'anya gelap tersembunyi...

Di antara rintik hujan sendiriku...
Tersimpul secarik angan mendayu...
Tentang sayu tatap matamu...
Sontak menikam sadarku...

Kendati bathinku sempit dan terhimpit...
Tak ingin tergorespun noda hitam antara berdua...
Sebab hendak ku cinta...
Hendak ku sungguhkan seluruh jiwa...

Jangan todongkan belati demi seucap kata dariku...
Atau sekeranjang candu melambungkanku...
Aku cintai engkau begini saja...
T'lah banyak lagi terlalu salah...

Ingin namaku kan abadi...
Walau keabadian memanggil namaku...
Ku lukis wajahmu...
Dengan kebodohan-kebodohan ini...
Kosong itu tak bernyawa lagi...


No comments:

Post a Comment