Monday, December 03, 2018

Mahal

Aku bergerak menujumu...
Takkan memaksakan diri...
Tak lebih sebatas mengikuti...
Apa adanya kejujuran...
Adakah siang membangunkanmu?.
Adakah malam menyadarkanmu?.
Engkaulah kehadiran yang mahal...
Takkan impas oleh rekayasa perasaan...

Ingin ku patahkan jari jemariku...
Hendak ku lempar penaku...
Selalu kau menari-mari manja di sajakku...
Terus sampai syahdu lelapkanku...

Aku ingin jumpaimu...
Mengecup dalam nyata...
Tapi ku bukanlah siapa-siapa...
Kau kan lagi membuang muka...
Mendung kan menertawakanku...
Ah... bukan itu yang ku khawatirkan...
Ku cuma khawatir mengusik alam damaimu...

Aku ingin menyelami sorot matamu...
Melacak secuil harapan itu...
Tapi aku takut mengacak-acak isi fikiranmu...
Yang mungkin t'lah terpusat bukan padaku...
Ah entah... ku berlindung di balik doa...
Dari perbudakan seluruh prasangka...

Aku masuk dan merasuk...
Aku tersenyum dalam gulita...
Aku bermunajat setia...
Aku lebih dari cinta...

Kamu perempuan...
Kamu lancang!!
Kau lampaui semua pesona keindahan yang tampak...
Dan kau bajak seonggok hati kecil yang rawan...

Tulisan ku tutup...
Lisan manis terkatup...
Sayang janganlah meracau...
Engkau bunga dalam doaku...

M. Nurul Hidayat
29 November 2018

No comments:

Post a Comment