Saturday, December 21, 2019

Memahami Indahmu

Memahami indahmu
Di tepian liarku
Melukis simpul senyum itu
Merajut sutera kehidupan selembut dekapanmu

Wajahmu adalah alasan mengapa aku harus bahagia.
Mencintaimu seutuhnya bukan sebutuhnya.
Tetaplah tinggal bukan meninggalkan.
Tetaplah ada tanpa mengada-ngada.

Wanitaku...
Cerita hanyalah perantara.
Raga sebatas sementara.
Yang kekal cuma cermin jiwa.
Semoga juga kita.

Aku adalah tempat,
Ketika cinta adalah memberi.
Ketika rindu tiada berharap,
Ketika harapan kian menjadi.

Aku tanpamu adalah rindu...
Yang nafasnya ku hisap laksana candu.
Aku ingin tersembunyi denganmu.
Terima kasih mau jadi semangatku.

Duhai puisi malamku...
Cinta bukanlah transaksi,
Yang mana kau kan memberi pabila menerima.
Ia bukan sekedar keperluan,
Ia sebentuk pemberian apa adanya.

Karena kau buka pintu itu saat aku melolong tersesat.
Karena cinta ini bergemuruh untuk saling menyelamatkan.
Telah ku lumpuhkan logika ketika memintamu.
Jadilah kelanjutan nafasku.

Datanglah tanpa pergi.
Menetap di ketetapan hati.
Terjemahkan bahasa berdua.
Lalu bersama sembuhkan luka.

"Kau tak perlu sempurna untuk cinta.
Cintalah yang akan sempurnakanmu."

M. Nurul Hidayat
2 Desember 2019

No comments:

Post a Comment