Saturday, December 21, 2019

Romansa

Aku bisa mengendus jejak rapuhmu.
Dibias ilalang kerontang.
Pekat aroma paska hujan sembunyimu.
Menatap jendela jiwa menggerutu.

Belenggu kesunyian itu, kekasih, hempaskanlah!
Beri aku jemarimu, menari, bebaskanlah!
Aku adalah malam, tubuhku adalah awan.
Menaungi lelapmu yang mencari fantasi.
Rasakan bila nafasku menghampiri.

Kekasih,
Cahaya itu nyata dalam keraguanmu.
Izinkan ku pandu langkah sucimu.
Sebab aku bersemayam di lamunanmu.
Layaknya engkau membajak poros logikaku.

Akan berdansa di atas romansa.
Melukis warna di atas media jiwa.
Bersamamu, kelengkapanku.
Ku hidangkan secawan rindu yang kau ramu.

Reguklah sepuas dahagamu.
Takkan habis sepanjang jamuan ketulusan.
Ketika malam enggan beranjak.
Ketika gerimis bersahabat.

M. Nurul Hidayat
21 Desember 2019



No comments:

Post a Comment