Tuesday, April 16, 2019

Intisari

Kau intisari...
Pelbagai dinamika tak berujung.
Kasihmu tepian akhir pencarian.
Kasihmu ujung juga penghabisan.

Aura wajahmu adalah kisi-kisi masa depanku,
Akan berkesimpulan di ujung ujianku.
Dalam ruang ilmu kehidupan hati,
Kaulah sabda keheningan...
Penyucian juga penantian...

Cerita tentangmu telah bocor di kalangan penduduk langit,
Semenjak namamu menyesaki malam malam yang biru.
Jiwaku khidmat dirantai rindu,
Rindu yang ku langitkan kepalang tanggung.

Bolehkah selalu ku penuhi warnamu?
Bolehkah kau raih peluk penghabisanku?
Lalu tenggelamlah di kedua bola mataku.
Sebelum waktuku berlalu,
Sebelum segala lemah mencegahku.

Perkenankan tubuhku mendekapmu selamanya...
Meski tak sanggup menghalang maut yang niscaya.
Hempas segala kerontangnya jiwa dan dahaganya mata.
Bila kasih t'lah terungkap dari tirai rahasia.

Jadilah kelengkapan untuk sisa perjalananku.
Mengarungi deru dan haru,
Menyaksikan setia yang terperaga,
Menuai kejujuran yang dibela-bela.

Aku menahan pahit perih nan bergumul.
Luka bernanah berabad berkumpul.
Kaulah segala demi segala untuk,
Segala atas nama yang ku bentuk.

Muhammad Nurul Hidayat
16 April 2019

No comments:

Post a Comment