Bukanlah ku pemilik...
Tak pula ku memiliki...
Serba-serbi idaman hati...
Tuk seluruhnya merengkuhmu...
Tak pula ku memiliki...
Serba-serbi idaman hati...
Tuk seluruhnya merengkuhmu...
Mungkin tersingkir ku seb'lum hadir...
Bergerilya di pedalaman kalbu...
Membajak arah cahaya...
Menyusuri rimba... tertinggalkan nama...
Namaku atas pertaruhan...
Antara kemenangan dan kebuntuan...
Tersemat jiwa misteri nan lekas berganti...
Bergerilya di pedalaman kalbu...
Membajak arah cahaya...
Menyusuri rimba... tertinggalkan nama...
Namaku atas pertaruhan...
Antara kemenangan dan kebuntuan...
Tersemat jiwa misteri nan lekas berganti...
Malamku kan terasing...
Siangku kan mengering...
Setandus jejak langkah ke arah itu..
Namun tetap ku jalani...
Siangku kan mengering...
Setandus jejak langkah ke arah itu..
Namun tetap ku jalani...
Bilakah dapat ku tengok...
Warna potretku terkini...
Setelah resiko menyentuh langit...
Menyulut mendung di musim semi...
Warna potretku terkini...
Setelah resiko menyentuh langit...
Menyulut mendung di musim semi...
Kenanglah tangan yang menampung air mata...
Membungkam rasa teristimewa...
Membungkam rasa teristimewa...
Karya: Muhammad Nurul Hidayat
No comments:
Post a Comment