Aku cuma wanita biasa...
Kadang tergulung samudera gelisah...
Cuma gemuruh bathinku berteriak...
Luka yang menganga mulai terkelupas...
Kadang tergulung samudera gelisah...
Cuma gemuruh bathinku berteriak...
Luka yang menganga mulai terkelupas...
Aku cuma wanita biasa...
Akupun bermain gerimis senjakala...
Menikmati tarian senandung jiwa...
Mengikuti kemana alam membawa...
Aku wanita dalam pencarian hakikat...
Aku menutup segala jalan pecundang...
Yang sekedar melirik memikat...
Jentik jemari genit yang keparat...
Aku ini bukan budak penyesalan...
Meski banyak harapan yang mestinya ku wujudkan...
Aku tersilau oleh kilau...
Yang masih seksama ku pantau...
Aku melagukan nostalgia diam diam...
Ku tutup rapat semesta bungkam...
Semakin demikan semakin rasa bersalahku meraja...
Ku cuma penyair sederhana...
Bila peluhku mulai lusuh...
Aku merajut untaian harap...
Aku yang terjaga dalam lingkup penantian...
Terkadang ku damba perhatian...
Peran terperaga...
Terpelihara lingkar belangga...
Di seluruh tempat kehidupan...
Aku sesungguhnya mencari...
Meski tertabrak nyaringnya nalar yang curiga...
Kerasan jiwa dalam selidik...
Sampai berujung terbaik...
M. Nurul Hidayat

No comments:
Post a Comment