Aku bagikan kepadamu...
seluruh hidup dalam rentang kekekalan masa...
Cukup kamu, dunia tak perlu tahu...
Kamu adalah objek energi...
Muara perhatianku bersinergi...
seluruh hidup dalam rentang kekekalan masa...
Cukup kamu, dunia tak perlu tahu...
Kamu adalah objek energi...
Muara perhatianku bersinergi...
Bayanganmu adalah kenyataanku...
Telah luput dari genggaman...
Telah lari dari pandangan...
Namun asaku berdegup mendambamu...
Coba hirup sejenak udara kesunyianku...
Aku menggigil merindumu...
Namun kemana hendak jiwa bernaung?
Semua gerbang suram di kejauhan...
Aku bagikan tanpa batasan waktu...
Dingin yang ku kecup di sudut kecil bibir merahmu...
Ingin ku sentuh lembut jemari yang bergetar itu...
Lalu ku belai rambutmu yang bersandar lemah...
Air matapun kau sembunyikan meski ruang hati kian berguncang...
Ini persembahanku...
Kan ku persembahkan hatiku bila mesti kau patahkan...
Sepatah hatimu di waktu itu..
Sudut duniamu yang selalu ku mengerti...
Agar kita satu...
Seraut manjamu...
Kian pudar terhalang sandiwara...
Hendak apa yang kau pentaskan...
Aku ini pemirsa setia...
Maafkan aku, logika...
Maafkan aku, logika...
Aku ingin mengikuti hati sebelum habis waktuku...
Meski hening meski senyap selimuti tulangku...
M. Nurul Hidayat
9 Januari 2018
No comments:
Post a Comment