Jadilah dia...
Sehingga sukmamu berdansa riang,
Di keharibaan selaksa angan yang legam.
Jadilah dia barang sejenak.
Mencicipi sekuntum gairah dalam kumparan usang.
Lalu tersipu laksana bercumbu.
Berpura membelai tanpa wajahmu.
Jadilah dia.
Bertukar jiwa sekilas saja,
Menelusuri satu nama di malammu.
Biar seluruhmu tenggelam di ombaknya.
Menghujamkan risalahnya...
Mereka memang elok,
Tapi dia cuma butuh bibirmu,
Supaya terbuka jadi lawan bicara.
Ketimbang tertutup melawan bicara.
Kau lempar hanya seucap kata,
Cukup menggoncangkan persembunyiannya.
Sebab apabila telah mendarat sabda cinta dalam sempurna,
Dusta manakah kuasa menghalangi?.
Mengetuk fitrah paling hakiki.
Coba saja kau tutup jeritan hati,
Berkali dalam galau sendiri...
M. Nurul Hidayat
1 April 2019
Sehingga sukmamu berdansa riang,
Di keharibaan selaksa angan yang legam.
Jadilah dia barang sejenak.
Mencicipi sekuntum gairah dalam kumparan usang.
Lalu tersipu laksana bercumbu.
Berpura membelai tanpa wajahmu.
Jadilah dia.
Bertukar jiwa sekilas saja,
Menelusuri satu nama di malammu.
Biar seluruhmu tenggelam di ombaknya.
Menghujamkan risalahnya...
Mereka memang elok,
Tapi dia cuma butuh bibirmu,
Supaya terbuka jadi lawan bicara.
Ketimbang tertutup melawan bicara.
Kau lempar hanya seucap kata,
Cukup menggoncangkan persembunyiannya.
Sebab apabila telah mendarat sabda cinta dalam sempurna,
Dusta manakah kuasa menghalangi?.
Mengetuk fitrah paling hakiki.
Coba saja kau tutup jeritan hati,
Berkali dalam galau sendiri...
M. Nurul Hidayat
1 April 2019