Friday, March 15, 2019

Sesungguhnya

Aku mencerna esensi kehidupan,
Di antara semak belukar kerontang.
Sesungguhnya bila cinta hadir ketika kelak kau jemput.
Maka cinta itu benar adanya.
Tak peduli kepada siapa saja ia sempat singgah.

Dan kepada orang-orang...
Aku lebih suka menceritakan kekuranganku.
Bukan supaya mereka memaklumi.
Tapi semoga kekecewaan mereka berkurang...

Jiwa bertuhan takkan gentar di kesepian,
Sebab segala denyut nadinya berkawan kebersamaan.
Dan teruntuk satu arah jalan itu.
Percayalah aku menuju.

Seperti rezeki yang rahasia.
Seperti umur tiada terka.
Seperti wajahnya membayang terhadap mata.
Dekatlah ia sepertinya.

Dusta yang paling besar,
Adalah kepada jiwamu sendiri.
Sebab ialah keledai yang kau tunggangi.
Sementara medan di hadapan berisyarat tiada pasti.

M. Nurul Hidayat
16 Maret 2019

No comments:

Post a Comment