Kamu adalah puisi...
Yang ku bacakan di hadapan Tuhan pada setiap rindu...
Hatiku adalah benih...
Yang ku tanam bersama sunyi senyap penantian...
Ku sirami dengan derai perjuangan...
Biar ku petik semanis senyum halalmu...
Aku merangkai imaji setapak demi setapak jalan menuju hadirmu...
Menjaring rembulan, membelenggu matahari...
Demi janji yang terpatri semesta siaga melengkapi...
Takkan lekang disengat dunia jua padam dihempas malam...
khayalku bersenyawa di buaian sajak, alam dan kopi...
Engkau senantiasa objek karya tertinggi...
Namun tubuhku masih kotor tuk memelukmu duhai muliaku...
Perangaiku masih mentah untuk membimbingmu duhai surgaku...
Biar ku rakit kapal rapuhku...
Sebelum berlayar membawamu...
Cinta adalah ketika tiada lagi yang paling utama...
Selain saling berbalas pesan dalam siratan makna...
Berbahasa bersejiwa...
Meski raga masih berkecuali...
Aku hamba bersahaja...
Engkau hati teristimewa...
Bila ujung duniaku harus tanpamu...
Ah... entah bagaimana...
M. Nurul Hidayat
2 Maret 2019
No comments:
Post a Comment