Saturday, March 09, 2019

Tegap

Tegaplah kamu berjalan.
Beranjak dari hangus reruntuhan sang lampau.
Memang hari depan kan kejam.
Langitkan kobaran harap laksana obor pembimbing jalan.
Berpantang-pantang menangis.
Menyusuri liku cerita, menapaki sekilas derita sebagai warna yang Tuhan celupkan sedetik masa.

Ya... Terkadang dunia memang bengis.
Di ujungnya gerbang cahayamu tersurat,
Namun penjemputannya yang tersimpan.

Yang berjuang kadangpun terbuang.
Pengujian kedalaman hati.
Namun niat yang menetap pertanda menang.
Lepas segala piciknya batasan ilusi.

Bukan diksi yang menari, menerawang sesal-sesal di sana.
Mulailah berkemas benahi diri.
Pandanglah tajam ke arah pasti.

Kamulah pengembara fana.
Kamulah titah surga yang menopang.
Implementasi ayat-ayat rindu yang berwujud.
Menurut versi kebodohan khayal.

Kamulah romansa.
Kelak mengukir riwayat semesta.
Kamulah penyajian dan peristirahatan.
Kamulah akhir.
Yang mimpinya tanpa akhir.

M. Nurul Hidayat
10 Maret 2019


No comments:

Post a Comment