Ceritakan aku hidupmu...
Terus dan terus saja...
Setiaku menyaksikan sembari membuka jalan...
Sebab kepadamulah hati mencari dan menemukan...
Ceritakan aku jiwamu...
Yang kau tutup di persembunyian...
Perkenalanmu, kehormatanku...
Kehadiranmu, semenanjung harapku...
Bila disinggasanakan kisah romansa, pada tepian setapak rindu gelap.
Kan ku simak gaung syukur dari palung jiwa:
"Tunai sudah separuh agamaku, selebihnya sampai ke ujung waktu..."
Cerita itulah warna cerah penghiburku...
Hari-hari rindunya sang pengecut ini...
Terangkai sudah barisan sajak kepada wajah dunia...
Namun terbungkam di hadapanmu...
Terima kasih telah jumpaiku dalam hidup...
Tubuhku gemetar menatapmu...
Detik demi detik menjelang puncak keberanianku...
Jumpaimu di pelataran rindu...
M. Nurul Hidayat
4 Maret 2019
Terus dan terus saja...
Setiaku menyaksikan sembari membuka jalan...
Sebab kepadamulah hati mencari dan menemukan...
Ceritakan aku jiwamu...
Yang kau tutup di persembunyian...
Perkenalanmu, kehormatanku...
Kehadiranmu, semenanjung harapku...
Bila disinggasanakan kisah romansa, pada tepian setapak rindu gelap.
Kan ku simak gaung syukur dari palung jiwa:
"Tunai sudah separuh agamaku, selebihnya sampai ke ujung waktu..."
Cerita itulah warna cerah penghiburku...
Hari-hari rindunya sang pengecut ini...
Terangkai sudah barisan sajak kepada wajah dunia...
Namun terbungkam di hadapanmu...
Terima kasih telah jumpaiku dalam hidup...
Tubuhku gemetar menatapmu...
Detik demi detik menjelang puncak keberanianku...
Jumpaimu di pelataran rindu...
M. Nurul Hidayat
4 Maret 2019
No comments:
Post a Comment