Puisiku kehilangan kata-kata...
Tercecer di peraduan sendu...
Saat semua berbangga-bangga cerita...
Di gubuk renta ku sembunyikan lara...
Tertunduk menyamarkan luka....
Entah terhempas, entah terlepas...
Ketika berselancar di atas ombak kehidupan...
Ketika harus membenturkan dinding cerita...
Keruntuhanku menjadi senyum di alam langit.
Ku perhatikan gerak bumi bersirkulasi...
Manakala menguburkanmu ke dalam kesepianku...
Kemana syairku yang hilang?.
Aku melolong melawan...
Hembus kemarau kian menggugurkan...
Hijau harapan di ranting kusam...
Di remang wajah dunia...
Langkah kerdil mengembara...
Menjemput satu peraduan itu...
Menghiba takdir sehingga hadir...
Duhai malam...
Hendak ku pinjam damaimu...
Sebagaimana ku rengkuh gelora siang...
Sehingga sejatera peristirahatan...
Semoga syair-syair picisan ini...
Semoga kepingan fana ini...
Berujung pada percumbuan suci...
Denganmu... nafasmu...
Bila ku gagal menemukanmu...
Senja takkan berduka...
Namun langit takkan bicara...
Hingga malam melarutkan setiap lelap...
Dan menembus segala gelap...
Aku mempuisikan wajahmu...
Dalam kepak sayap sang mega...
Kamu cuma lari sembunyi...
Sementara aliran nadiku membeku...
M. Nurul Hidayat
14 Februari 2018
Tercecer di peraduan sendu...
Saat semua berbangga-bangga cerita...
Di gubuk renta ku sembunyikan lara...
Tertunduk menyamarkan luka....
Entah terhempas, entah terlepas...
Ketika berselancar di atas ombak kehidupan...
Ketika harus membenturkan dinding cerita...
Keruntuhanku menjadi senyum di alam langit.
Ku perhatikan gerak bumi bersirkulasi...
Manakala menguburkanmu ke dalam kesepianku...
Kemana syairku yang hilang?.
Aku melolong melawan...
Hembus kemarau kian menggugurkan...
Hijau harapan di ranting kusam...
Di remang wajah dunia...
Langkah kerdil mengembara...
Menjemput satu peraduan itu...
Menghiba takdir sehingga hadir...
Duhai malam...
Hendak ku pinjam damaimu...
Sebagaimana ku rengkuh gelora siang...
Sehingga sejatera peristirahatan...
Semoga syair-syair picisan ini...
Semoga kepingan fana ini...
Berujung pada percumbuan suci...
Denganmu... nafasmu...
Bila ku gagal menemukanmu...
Senja takkan berduka...
Namun langit takkan bicara...
Hingga malam melarutkan setiap lelap...
Dan menembus segala gelap...
Aku mempuisikan wajahmu...
Dalam kepak sayap sang mega...
Kamu cuma lari sembunyi...
Sementara aliran nadiku membeku...
M. Nurul Hidayat
14 Februari 2018
No comments:
Post a Comment