Jiwa lemah memapah...
Di antara yakin dan resah berpasrah...
Penghujung tanya s'moga dijelang indah...
Gelora kenanganmu, syahdu di pelukmu...
Kehangatan dan perlindungan yang benar selaras dengan naluriku padamu...
Cuma waktu menabrak restu...
Aku bercerita dalam ceritamu...
Kamu memperhatikan perhatianku...
Di musim dingin ini...
Banyak-banyaklah ku bicara dengan diri sendiri...
Kawanku sedikit, rumahku sempit...
Semoga seleksi alam menuntun jalan hakiki...
Terlebih bila jiwa berdansa dalam pusaran bayang-bayang kekasih rahasia...
Keindahan yang aneh ataupun keanehan yang indah adalah ketika segalanya memang hanya untuknya...
Hadirnya seperti cukup sebagai ruang persembahan...
Menutup genit sang mata...
Kamu seperti bahagiaku yang hilang...
Kamu seperti kepingan separuh kehidupan...
Kamu adalah setinggi-tinggi tujuan...
Ya... Semulia-mulia harapan!.
M. Nurul Hidayat
21 Februari 2019
No comments:
Post a Comment