Kau siksa aku dengan manis...
Saat ku hanya bisa meratapi keluguanku...
Dipecundangi diri sendiri...
Yang tak kuasa apapun...
Selain merindumu...
Kau bermain di dalam fikiranku...
Sepenuh waktu mengawal detak nadiku...
Kau laksana udara yang ku hirup...
Hampamu dingin menusuk...
Warna di kanvasku tak pernah mengering...
Ku celup kembali tuk ku goreskan sewujud lukisan bola matamu...
Walau tersimpan entah di balik wajah...
Diabadikan dalam bingkai terindah...
Sungguh cinta tak pernah salah...
Tangan manusialah yang kadang menodainya...
Semoga jejak langkahku kau lacak dalam sunyi...
Riwayat perjalananku menuju hatimu itu...
Kelak bila kita satu...
Sehingga ku sadari bahwa hatiku berasal dari penciptaanmu...
Atau bila kau punggungi ajakan suciku...
Sehingga ku tahu dengan apa ku harus berlalu...
Dulu aku terlalu mudah menterjemahkan sekedar suka sebagai cinta...
Kini ku tak pernah mudah membohongi cinta sebagai sekedar suka...
Cintaku bersembunyi di balik langit mendung gelap...
Hujan deras dan angin menyamarkan hadirnya...
Namun sebelum ku rengkuh segenap hati...
Ku yakin ia bagaikan senja...
Tak pernah menetap namun selalu kembali...
M. Nurul Hidayat
22 Februari 2019
No comments:
Post a Comment