Wednesday, February 13, 2019

Seluruh Jiwa

Kendati ditelan awan lalu...
Bayanganku berarak berbaris menujumu...
Usah terlampau panik begitu...
Usah mengelabui fitrah ilahi...

Hei...
Bagaimana aku tak ada padamu?.
Sedangkan jalanku ke arahmu...
Bagaimana kau tak merasakanku?.
Sedang akulah cermin jiwamu...

Ikuti tarianku di atas matahari...
Elok gemulai penanda gerak...
Aku melihatmu berjalan di balik kabut...
Pekat dan pengap saling menatap...

Kamu pasti menunggu secarik syair kekacauan ini...
Wajahmu muram di sela purnama...
Kau kecup malam yang legam...
Meniti jalan cerita...
Menempuh ujung rahasia...

Hei...
Kau dan aku jiwa bersenyawa...
Lekat dan padu dikerumuni keramaian sunyi...
menyucikan debu-debu masa lalu...
Sebelum guratan takdir bertemu...

Hei...
Ini kebiasaanku menyayangimu...
Terlampau kilat jerat melekat...
Terlampau kuat hati kecilku bertahan...
Demi dirimu yang tiada dua...
Sungguh ku niatkan seluruh jiwa...

M. Nurul Hidayat
13 Februari 2019



No comments:

Post a Comment