Memunguti puing-puing rindu...
Seluas jarak aku dan kamu...
Dalam halang jalan terbentang...
Belenggu hasrat sebelum waktunya...
Kan ku datangimu dengan pasti...
Pabila bulanpun tergenapi...
Ucaplah syukur atas pemeliharaan sempurna...
Segelintir jiwa yang menyusuri jalan kita...
Gelap malam yang bersepakat...
Lelapnya dunia sang pengobat...
Lukisan senyummu tak lekang di persembunyian...
Esok lusa kan ku tangkap...
Siapakah dirimu?
Serupa pemacu debar jantungku...
Bisikkanlah cerita tentang diriku...
Dalam debar penantian di kamarmu...
Enyahkan sejenak lara di langkahmu...
Jemariku hangat menggapaimu...
Meski tak lagi kau dekap erat tubuhku...
melawan hujan mencumbu rindu...
Muhammad Nurul Hidayat
18 Januari 2018
Seluas jarak aku dan kamu...
Dalam halang jalan terbentang...
Belenggu hasrat sebelum waktunya...
Kan ku datangimu dengan pasti...
Pabila bulanpun tergenapi...
Ucaplah syukur atas pemeliharaan sempurna...
Segelintir jiwa yang menyusuri jalan kita...
Gelap malam yang bersepakat...
Lelapnya dunia sang pengobat...
Lukisan senyummu tak lekang di persembunyian...
Esok lusa kan ku tangkap...
Siapakah dirimu?
Serupa pemacu debar jantungku...
Bisikkanlah cerita tentang diriku...
Dalam debar penantian di kamarmu...
Enyahkan sejenak lara di langkahmu...
Jemariku hangat menggapaimu...
Meski tak lagi kau dekap erat tubuhku...
melawan hujan mencumbu rindu...
Muhammad Nurul Hidayat
18 Januari 2018
No comments:
Post a Comment