Tuesday, August 07, 2018

Gumam Kalbu

Mengapa tak kau berlutut saja di kakinya, mengemis menahan kepergiannya?
"Tuhanku telah gariskan jalannya."
Pasti kau takut bila ada selainmu yang mendekatinya?
"Tuhanku menguasai perasaannya."
Apa kau tak khawatir bila hatinya dibawa pergi lelaki lain?
"Hatinya sungguh bukan wewenangku, bukan pula urusanku. Adalah Tuhanku penggenggamnya."
Apa yang akan kau lakukan dengan perasaanmu yang menggelora, sedang tiada lagi kini tempat kau mengungkapkannya?
"Senantiasa ku ceritakan pada penciptanya."
Apa kau memastikan diri takkan tergoda oleh wanita lain ketika ia jauh?
"Selama aku tak bercerita apapun padanya, itu pertanda dia tetap penghuni ruang hatiku".
Apakah kau membenci aturan Tuhanmu yang berlawanan dengan hasratmu tuk berdekatan dengannya?
"Tuhanku Maha Mengetahui segala yang akan bahaya".
Apa kau yakin di sisi sanapun ia sedang menjaga diri?
"Lebih dari yakin... bukan hanya menjaga diri, diapun memperbaiki diri."
Terakhir, jika dia sudah menjaga dan memperbaiki dirinya, namun akhirnya berujung bukan denganmu. Bagaimana?
"Berarti itu bagian terbaiknya, sekaligus bagian terbaikku".
Muhammad Nurul Hidayat
19 Juni 2018

No comments:

Post a Comment