Tuesday, August 07, 2018

Sabda Angin

Hai...
Aku angin...
Izinkan aku singgah sampaikan pesan...
Untuk jiwa seribu pertimbangan...
Resapilah rindu yang menyusup melalui pori-pori dan aliran aliran darahmu...
Bertanya dan berulang di tiap-tiap setelah persembahanmu...
Hai...
Engkau yang disebut-sebut...
Yang jadi candu hati dan fikiran...
Namamu meninggi di dekapnya...
Tempatmulah di dekatnya...
Hai...
Aku anginmu kini...
Aku jadi saksi pekerjaannya...
Semilirku kan buatmu mengerti...
Cintanya selalu bergerak...
Menghimpun rangkaian hikmah...
Merangkum ragam emosi itu...
Menghamparkan arena...
Laksana wahana rintang...
Hai...
Tandai langkahnya...
Berapa jarak berapa musim menggores nyawa menghitam...
Demi iringan awan yang pulang pergi...
Demi langit yang menaungi...
Tak teringin membusuk di sini...
Harapnya bahagia menanti...
Muhammad Nurul Hidayat
15 Juni 2018

No comments:

Post a Comment