Sentuh pundakku...
pabila kau rindu...
Sebab tubuh yang membelakangimu...
Tak mungkin membawa hati...
Sebab tubuh yang membelakangimu...
Tak mungkin membawa hati...
Aku sang aniaya...
Sang pendusta...
Egokah bila ku inginkan engkau...
Melebihi pada seisi jiwa di bumi?...
Sang pendusta...
Egokah bila ku inginkan engkau...
Melebihi pada seisi jiwa di bumi?...
Aku menjernih dalam pasrah...
Berbinar semurni kasih sebenarnya...
Permohonan tinggal permohonan...
Segala t'lah kau genggam...
Berbinar semurni kasih sebenarnya...
Permohonan tinggal permohonan...
Segala t'lah kau genggam...
Kau jadi ukiran tinta sejak itu...
Kau penuntun jemariku...
Penyesalanku... pengakuanku...
Serahkan asa seutuh imanku...
Sebab dirimulah sajak itu...
Meliuk-liuk dalam angin bersuasana...
Kau penuntun jemariku...
Penyesalanku... pengakuanku...
Serahkan asa seutuh imanku...
Sebab dirimulah sajak itu...
Meliuk-liuk dalam angin bersuasana...
Sedetik ksatria...
Gemetar menggema...
Kala ku telanjangi dusta...
Membayang kehilangan di pelupuk mata...
Gemetar menggema...
Kala ku telanjangi dusta...
Membayang kehilangan di pelupuk mata...
Kini aku hampa...
Sungguh hampa...
Sebab inginku tampar aku...
ku jambak-jambak siasat dungu...
Hanya demi terus denganmu....
Ya.... denganmu...
Sungguh hampa...
Sebab inginku tampar aku...
ku jambak-jambak siasat dungu...
Hanya demi terus denganmu....
Ya.... denganmu...
Muhammad Nurul Hidayat
15 Juni 2018
15 Juni 2018
No comments:
Post a Comment